Tampilkan postingan dengan label cerita gua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita gua. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

JILBAB :D

Diposting oleh sukkapink di 19:26 0 komentar
capek banget ni abis pembersihan kamar sama anak anak DUPAN alias anak anak kamar 28 aspi :D
waktu ny istirahat, nyaman banget liat kamar bersih kayak gini kayak surga.haha alay :D

okeh semua anak anak dupan pada tidur, tapi gua gak bisa tidur ya udah gua liat laptop gua nganggur di atas tempat tidur gua, langsung aja gua buka tu laptop trus langsung gua conect to GAUL ASPI salah satu hostpot yang ada di sekolah gua.::D


Rabu, 01 Desember 2010

sisi lain anak jalanan

Diposting oleh sukkapink di 06:37 0 komentar
Pernahkan terlintas di pikiran Anda, Lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan / pengamen? Apakah kita yang lebih hebat? Bagi Anda yang menjawab demikian Anda SALAH BESAR …tahukah apa yang membuat comment kita tersebut salah?
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atu anak jalanan?

Senin, 29 November 2010

kisah ny dan ayah :)

Diposting oleh sukkapink di 20:52 0 komentar
Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi. Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?” “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.
“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.
“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.


Read more: http://www.resensi.net/qu-kangen-ayah/2007/12/#ixzz16jpk518q

nilai sebuah kegagalan

Diposting oleh sukkapink di 20:50 0 komentar
Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa ‘orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik’. Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.
Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah. Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.
Semoga Beruntung!
Ditulis oleh “Kesatria Pemikir”
Kumpulan Motivational Quotes: http://hubpages.com/hub/motivational-inspirationalquote


Read more: http://www.resensi.net/nilai-sebuah-kegagalan/2010/09/#ixzz16jpAQdNX

HANYA KALIMAT YANG TERSUSUN DARI KATA DAN KATA YANG TERLAHIR LEWAT RASA

Diposting oleh sukkapink di 20:48 0 komentar

Mereka jarang tersenyum bukan karena mereka enggan untuk tersenyum. Tapi hidup dan waktu seolah menuntut mereka untuk menghabiskan sebagian besar kehidupan untuk bekerja keras sehingga terkadang mereka lupa bahwa ada waktu untuk tersenyum. Seolah dunia begitu keras menuntut mereka hingga mereka lupa untuk tertawa. Lihatlah teman….bahkan mereka tidak punya waktu untuk tersenyum. Apa mereka lupa cara tersenyum? Atau karena mereka tak pernah menerima senyuman, makanya mereka tak tahu lagi bagaimana caranya tersenyum?
Terkadang aku melihat dunia memang terlalu keras pada mereka. Bukan dunia sebagai objek, tapi dunia dengan manusianya. Bagaimana jika sesekali kita tidak menghabiskan waktu di tempat-tempat yang indah? Kenapa kita tak meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan mereka? Jika tak mau atau tak mampu membantu mereka dengan materi, tidak ada salahnya juga kita menghargai mereka dengan sebuah senyuman ikhlas dari wajah kita. Bukankah mereka juga saudara kita???
Teman,,, andai kita punya waktu untuk memperhatikan kehidupan mereka yang begitu sederhana. Maka kita akan menemukan kehidupan yang begitu indah. Di sana kita sadar betapa lebih beruntungnya kita….
Teman… tidak ada salahnya sesekali kita berjalan kaki sendirian di tengah keramaian sambil memperhatikan lingkungan kita. Cobalah luangkan waktu sedikit saja untuk itu. Sekali lagi, jika tak dapat memberi pada mereka, paling tidak kita bisa sadar dan lebih memahami lagi hidup kita.

Aku bangga pada mereka. Mereka hebat. Dengan kehidupan yang begitu keras, mereka tetap bisa menjalaninya. Meski tak tahu dengan apa hidup ini akan dilanjutkan esok hari dan dengan apa perut mereka akan diisi, mereka tetap menanti datangnya mentari pagi. Mereka bilang kalau mereka percaya bahwa selama mereka masih hidup, maka rezeki dari Allah akan tetap ada untuk mereka,rezeki akan tetap ada selama mereka masih percaya dan mau berusaha serta berdo’a.
Mereka dengan kesederhaannya selalu bahagia dan bersyukur ketika mendapatkan sejumlah uang. Jika orang kaya yang menerima uang sejumlah itu, mungkin mereka menganggap uang itu tak berarti apa-apa. Tapi mereka tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca ketika mendapatkannya. Mengapa harus ada perbedaan seperti itu?
Jika si miskin datang ke rumah si kaya, sangat jarang atau bahkan tak akan ada sambutan hangat bagi mereka. Tapi, ketika si kaya yang datang ke rumah si miskin, maka si miskin terlihat begitu menghargai. Seolah mereka didatangi oleh tamu agung di rumahnya. Sekali lagi, mengapa harus ada perbedaan seperti itu?
Jika suatu ketika si miskin dengan pakaiannya yang tampak lusuh dan kotor terjatuh, maka si kaya tak akan menghiraukan karena mungkin bagi mereka tidak akan menimbulkan manfaat apa-apa bagi dirinya. Yang ada paling hanya akan mengotori pakaiannya, mungkin itulah yang ada di fikirannya. Tapi, si miskin masih tetap berbeda dengan si kaya. Ketika keadaan berbalik, maka si miskin akan tetap membantu. Si miskin begitu penghiba. Hati mereka begitu lembut, sehingga tak mampu membiarkan orang lain dalam kesusahan karena mereka tahu bagaimana rasanya kesusahan itu.
Ya Rabb….saudara-saudaraku itu mungkin di dunia tidak seberuntung yang lainnya. Mereka tidak dapat memiliki apa-apa yang mereka impikan. Tapi semoga mereka tetap bahagia dan penuh rasa syukur pada_Mu Rabb..
Ya Rabb…. Sayangi saudara-saudaraku itu. Jangan biarkan mereka jauh dari_Mu. Ingatkan mereka selalu bahwa ada Engkau yang tetap menyayangi dan menjaga mereka. Dan berikanlah selalu semangat bagi mereka.
Ya Rabb… Berikan hati yang lembut pada mereka. Jangan biarkan kerasnya perlakuan yang mereka dapat menjadikan hati mereka ikut keras. Tapi jadikan kekerasan yang mereka terima itu sebagai bahan untuk lebih membuat hati mereka jernih melihat segala sesuatu.
Ya Rabb…Jangan biarkan rasa rendah diri melekat pada diri mereka akibat cemooh yang mereka terima. Tapi biarkan rasa rendah hati bersemayam pada diri mereka. Jagalah mereka agar tetap yakin akan kuasa_Mu dan agar mereka tetap beribadah kepada_Mu sehingga mereka dapat bertemu dengan kebahagiaan yang hakiki bersama_Mu.

Mungkin benar bahwa aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya seorang anak yang bahkan sampai saat ini masih bergantung pada orang tuaku. Lalu apa yang dapat aku lakukan??? Ya…kalian boleh mengatakan bahwa aku tak bisa apa-apa.
Tapi mereka tetap saudaraku. Dan sekarang, aku hanya bisa berdo’a untuk mereka semua, di manapun mereka berada. Meski tak tahu apa-apa tentang mereka, yang jelas, satu hal yang sangat aku tahu bahwa MEREKA ADALAH SAUDARAKU……
Maaf jika terlintas pemikiran bahwa tampaknya aku terlihat lebih berpihak pada si miskin. Tapi, jujur, bagaimana pun juga aku memang lebih menyayangi si miskin. Namun, bukan berarti pula aku membenci si kaya karena aku juga tahu bahwa Allah tidak pernah membenci seseorang karena dia kaya atau miskin. Hanya saja, tulisan ini ku buat ketika aku melihat apa yang ku ceritakan saat ini. Dan bukan berarti hal ini harus terjadi selamanya.
Yang jelas, aku sangat berharap, kaya atau miskinkah, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai amanah yang diberikan kepada kita…

MAAf jika aku terlihat sok tahu. Bukan maksud mengurui karena aku sadar bahwa tak pantas diri ini menjadi seorang guru. Jika menemukan kebenaran, maka ambillah. Tuhan selalu menginginkan hamba Nya memperoleh kebenaran karena kebenaran itu niscaya hanya dari Nya. Tapi, jika hanya ada kesalahan dan keburukan dari tiap untaian kata, mungkin itu karena si penulis ini yang tak mengerti apa-apa atau masih terlalu bodoh memaknai kehidupan…
_vivi ardi_
vie.zahrasyavie@gmail.com
Terima kasih atas kiriman artikelnya sahabat.. semoga artikel ini menggugah hati kita. Sebagai bangsa yang besar yang peduli akan sesamanya
 


http://www.resensi.net/sayangi-mereka-mereka-saudara-kita/2010/11/#ixzz16jnrrBFL

Senin, 08 November 2010

Celeweth Vs Oon :D

Diposting oleh sukkapink di 21:02 0 komentar
celeweth haha itu julukan buat sistah ak yang satu ini.
Winda Alvionita nama nya..
orang ny cereweth banget, jail, tapi baek.haha :D

sekarang iug celeweth udah kelas xii, bentar lagi kuliah terus ninggalin aku sendirian di asrama :(.
nah tau deh bisa gak ya ???hulft 

harus bisa dong.. :D
pokok nya dimanapun dia berada ak tetap ingat sama dia dan selalu sayang ama aiug celeweth :D

Selasa, 26 Oktober 2010

aku saat ini :)

Diposting oleh sukkapink di 01:10 0 komentar

di saat aku baru melihat dunia hanya tangis yang dapat aku berikan kepada mereka. belaian kasih mereka merawat diri ini dan usapan jemari mereka yang memberi kehangatan di setiap kekurangan aku...

kini aku baru merasa kehilangan mereka. di saat aku jauh dari mereka, aku merasa sulit untuk hidup tanpa mereka
(hahah alay aku ini :D) tapi beneran kok
sekarang aku hanya bisa melihat mereka dalam hitungan jam saja, bukan seperti dulu , seperti yang aku mau ada di dekat mereka kapan pun aku mau.

ummb...setiap hal yang aku temukan dari mereka adalah selalu hal yang baik baik saja..

tahu kah kalian siapa itu  mereka????
mereka adalah MAMA dan PAPA...
AKU SAYANG dan AKU sangat MERINDUKAN KEHANGATAN dari MAMA dan PAPA :D

ini lah yang aku rasakan saat ini..
saat aku jauh dari mereka hanya untuk mencari ilmu..
tapi tak apalah.. ini semua aku lakukan juga buat mereka, dan untuk membahagiakan mereka :D

Kasih seorang ibu

Diposting oleh sukkapink di 00:54 0 komentar


Oleh: Mang Ucup
Tayangan ulang untuk hari Ibu - hasil karya mang Ucup tulen! Apakah Anda mengasihi Ibu Anda? Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayangnya Ibu Anda?Bacalah artikel ini! Kasih seorang Ibu. Jalannya sudah ter-titih2, karena usianya sudah lebih dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tsb. Ayah dari anak tsb minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yg belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yg hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yg harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yg mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yg ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.
Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yg didapatkannya dari Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yg ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yg ia bisa dapatkan.
Terkadang ia harus menjahit s/d jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yg tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yg tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yg seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yg tercinta, hanya yg terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian s/d makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yg telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.
Sejak saat tsb ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yg terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yg tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yg bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang, bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yg tercinta. Sejak saat itu ber-th2 ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.
Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dgn anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dgn menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tsb. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yg kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja ber-th2 sebagai babu tanpa ada orang yg mengetahui siapa dirinya dirumah tsb, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yg setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan th ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dgn putri kesayangannya. Uang pension yg ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dgn pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yg ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yg ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dgn lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nene tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dgn putrinya sekali lagi yg terakhir kali. Dgn tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus ber-jam2 diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yg jauh dan tidak mudah bagi seorang nene tua yg berada dlm keadaan sakit.
Setiba dirumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yg membukakan pintu rumah gedong dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yg diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dgn ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor: "Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan th sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yg terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dgn nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dgn keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.
Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon dirumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di depan ada seorang nene meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yg tercinta yg tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yg buta aksara, tetapi untuk mang Ucup pribadi beliau adalah wanita yg paling hebat, dimana s/d detik ini mang Ucup masih bisa belajar dari padanya. Belajar memberikan dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya mang Ucup menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh. Tiap kali saya menelpon Ibu, pertanyaan standard selalu diajukan kepada saya: "Apa yg Ibu bisa bantu untukmu nak?" Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dlm doanya, yg ia utamakan selalu hanyalah kami anak2nya! Ia selalu mendoakan kami siang dan malam.
Maka dari itulah untuk mang Ucup, Ibu saya adalah wanita yg tercantik sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia untuk th 1999. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dgn penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak2nya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari2 tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja " sedangkan di hari2 lainnya tidak pernah mengingatnya, boro2 memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dgn ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
When Mother prayed, she found sweet rest, When Mother prayed, her soul was blest; Her heart and mind on Christ were stayed, And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers Who show, by word and deed, Commitment to Thy will and plan And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home.
Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan2 lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.

Selasa, 19 Oktober 2010

no name :D

Diposting oleh sukkapink di 00:02 0 komentar
BAB I 
Teng..teng..teng.... bel istirahat waktu nya seluruh siswa SMA SARRKA istirahat. Semua siswa menghabiskan waktu istirahat nya di berbagai tempat, maklumlah SMA SARKA ini kan sekolah yang paling bergengsi di seluruh indonesia jadi sekolah ini mempunyai lokasi sekolah yang sangat luas. Banyak siswa yang menghabiskan waktu istirahat mereka di taman sekolah, di kantin , dan ada juga yang menghabis kan waktu istirahat mereka di perpus, salah satu nya lili cewe berambut sebahu ini dan mempunyai body yang paspasan ini menghabiskan waktu istirahat nya diperpus, maklum lah cewe yang satu ini emang rajin sii tapi kadang-kadang sok kerajinan. Heheheh ohya satu lagi hampir semua buku yang ada di perpus itu sudah di lahap habis oleh lili.
“ugh bt bangt neh gue, gak ada buku yang asik buat di baca lagi. Mana lagi si lita ama si lena kagak ada tumben mereka gak ngajak gue makan di kantin ugh dasar payah punya dua sahabat yang sibuk ama kerjaan nya sendiri-sendiri”. Oh ya lupa lili punya dua teman baik yang bisa dibilang sahabat lah heheh, mereka bertiga ini sering disebut tripel L. First lita, neh cewe hobby ny shopping, hampir tiap hari lita shoppiong walaupun gak ada uang tetep aja dia nyoping “ cuci mata sekalian carcow alias cari cowo” hah tu kalimat yang biasa nya di ucapin am lita kalo lili ama lena ngasih komen ke dia oh ya ada satu lagi sii lita ini hobby nya makan ice ceream hampir tuh setiap detik,menit,jam and tiap hari kalo gak ketemu ice cream kayak nggak idup tuh anak. Second lena, nah cewe yang punya rambut indah ini, walaupun gak indah indah banget sii tapi lena sering ikut lomba kecantikan rambut loh dan syukur dia menang terus, yah memang sii lomba nya Cuma tinggat RT dan Sekolah tapi itu menjadi suatu kebanggaan bagi lena dan tripel L, hahah. Lena juga yang nama nya pergi kesalon itu tiap hari tahan gak jajan tuh orang biar uang nya di pakek buat ke salon, nah satu lagi hobby lena yang aneh yaitu PACARAN, tau ngak hampir tiap hari ni si lena gontaganti cowo “ tenag aj lagi selagi kita laku cowo itu harus kita manfaatin, kan bukan salah kita juga salah mereka dong yang mau nurutin ap mau kita, ya nggak?” tuh juga kalimat yang terlontar dari mulut seksi nya lena kalo dua sahabat nya ini komen ke dia. Tapi walopun mereka berbeda beda watak tapi tetap satu tujuan yaitu bahagiain ortu “n” jadi artis kata nya, haahahh.
BAB II 
“ pak beli ice ceream nya ya pak 3?”. “ walah neng banyak banget 3, buat siapa atuh neng?”. “ udah deh pak nggak usah banyak komen, mo uang nggak?”. “ eh iya neng, gelis pisan nggak usah marah marah atuh neng entar cepet tua lagi neh neng iceceream nya”. “ nah gitu donk pak, berapa pak?”. “ 15 ribu aja neng nggak mahal kok buat eneng murah aja”. “ ih neh bapak ganjenya biasa juga gue beli 3 geratis satu, ya udah neh pak uang nya”. Itu mang ujang tempat langganan nya lita kalo beli iceceream,he, mang ujang sii emang genit, maklum belum nikah heehhe, kata nya sii lagi nyari calon istri,hahah gak laku dong .

“ duh pada kemana sii neh anak2 masa gue di tinggal sendirian, ugh dasar neh anak2” sambil makan iceceream yang ada di tangan nya, and 2 sahabat nya itu nggak kerasa iceceream yang ada di tangan nya itu tinggal satu, hahah sanggking cinta tuh anak sam iceceream sampe2 lupa kalo tu iceceream buat 2 sahabat nya”. “ lita..lita..., “. Lita mendengar ad orang yang manggil nama di dari kejauhan, eh ternyata sii lena yang manggil lita dari kejauhan. “ heh lena dari mana aja sii loh gue nayriin lo kemana-mana tapi nggak ada, oh ya si lili kemana tuh?”. “ nggak tau gue juga lagi nyariin sii lili”. “ ummb, gue tau tuh kemana sii kutu buku itu ngumpet, aha di mana lagi kalo bukan di perpus!”. “ oh iya ya kok gue bisa lupa sii, ya udah kita ke perpus aja sekarang!”.

BAB III 
“ duh bosen banget neh gue di perpus, sendirian lagi.” Sambil ngoceh dalem hati and sambil nyari buku yang nggak pernah sama sekali dia baca oleh lili tiba tiba “ brukk !!” semua buku yang ad di rak buku jatuh berantakan, ternyata ada seorang cowo yang nabrak lili dari belakang, dan nggak di sangka yang nabrak lili adalah Sion anak baru pindahan dari luar kota yang sekaligus anak direktur utama sekolah nya yang kata nya paling di senangi banyak kaum wanita, wajar sii kalo sion banyak di kagumi para wanita, dengan kulit nya yang putih kayak kristian boutista, rambut nya cepak, hidung nya yang mancung walaupun kurang sesenti sii hehe, and kayaknya sion mempunyai garis keturunan indo gitu,wajar aj banyak di kagumi para wanita apa lagi di SMA SARRKA.
“eh lo tuh punya mata nggak sii?!! Liat neh semua buku berantakkan ne semua gara gara elo!!”.biasa lili kalo udah yang nama nya ada urusan sama cowo dia bisa ngamuk.hahah..eh tunggu dulu si lili udah marah2, eh tapi sion malah pergi aj hahah dasar sion emang orang nya kayak gitu dia paling anti ama yang nama nya minta maaf, duh nggak tau deh ap yang ada di fikiran sion kalo dia tuh minta maaf. “ ih resek banget sii tuh anak, buat kesalahan tapi nggak minta maaf.!”.
“lili, duh lo neh kami cari cari cari in elo dari tadi eh rupanya malah enak enakan nongkrong di perpus!” “ iya neh tau nggak gara gara nyariin lo rambut gue jadi nya kena sinar matahari terlalu lama neh, duh terpaksa deh gue harus nyalon hari ini, and terpaksa juga lo yang bayarin gue buat ke salon, ya itung itung neh buat nebus kesalah lo yang ngebiarin kami berdua panas-panasan nyariin elo!!”.
“ duh udah deh kalian ini apa-apaan sii, bisa nggak sih mulut kalian yang manis and seksi itu di tutup dulu and stop yang nama nya ngoceh yang nggak karuan, gue lagi kesel neh!!” “oh iya gue bawaiin kalian iceceream neh, duh mana ya iceceraem nya, perasaan gue tadi beli 3 deh, kok tinggal satu? Aneh banget sii”. “ aduh lita lo nggak nyadar ap emang pura pura nggak sadar? Selama di perjalanan nyariin si lili elo kan udah ngabisin 2 iceceream! Dasar lo tulalit!” “ oh iya gue lupa, sorry!,, eh li kata lo tadi lo kesel, emang kenapa sii??. “ iya neh tadi ad cow yang nabrak gue gitu nggak mina maaf lagi!” “ ap??? Cowo??? Duh beruntung banget sii loh.. cakep nggak???” hahah biasa lena kalo denger yang nama nya cowo pasti tuh orang seneng banget, nggak tau deh cowo nya cakep ap nggak yang penting hajar, hehehe kata nya,  “ duh lena pliss deh orang lagi kesel malah di buat tambah kesel udah ah gue pergi aja boring gue disini, and satu lagi elo berdua jangan ngikutin gue! Gue lagi pengen sendiri sekarang! Ngerti nyonya nyonya manis ?”. “ lo kok gitu sii li kalo gitu kami kemana dong?, truss cowo itu gimana,ama kesalaon nya pasti jadikan?”. “mana gue tau!!! Udah ah gue mo pergi! Bye!!!”.
“ tuh kan len neh semua gara2 lo!! Lili jadi marah kan?” “ loh kok lo nyalahin gue sii, yaudah deh kita masuk kelas aj..besok juga udah baikan tuh anak, heran gue kesambet apaan ya tu anak siang bolong kayak gini” “ ya udah yuk cabut..”
BAB VI 
“ bunda llili pulang neh!” ya begitulah lili kalo abis pulang sekolah, bundanya yang sering di panggil jeng tari oleh ibu-ibu arisan selalu standbay di rumah buat nungguin anak nya tercinta,kalo enggak lili bisa ngamuk kayak macan yang lagi kehilangan anak anak nya heheheh, emang lili hewan apa di sama-samain ama macan,kalo lili tau bisa tambah ngamuk tuh anak.hehehehe.
“ duh anak bunda udah pulang,loh kok mukanya kusut amet, emang ada apa tadi di sekolah jelek ah! Tuh bunda Udah buatin sop kesukaan kamu tuh”
“ aduh bunda laper, makan dulu iya?”
“ nggak, pokok ny mandi dulu, cepet sana!”
“ iya..iya, bunda neh cerewet amet sih”.itu suasana rumah keluarga panhar kalo si lili abis pulang sekolah, hahah selalu ada perang mulut nya antara mama dan anak.
“ tit..tit..tit..” nah tuh telfon rumah lili bunyi, ternyata yang nelfon adalah sahabat nya bunda jeng sisil ,
“hallo selamat sore,keluarga panhar di sini,ada perlu apa?

“ iya hallo jeng tari ya??”
“iya neh cpa?”
“neh sisil jeng, masih inget nggak?”
“ oh iya jeng sisil baik, jeng sisil sendiri?”
“ baik juga, ohya gini jeng minggu depan kan ulangtahun pernikahan saya sekalian ulang tahun anak saya yang ke 17 jadi saya pengen banget kalo jeng ama keluarga bisa dateng.”
“ ohya pasti dateng kok, makasih ya undangan nya?”
“ iya jeng samasama, jangan lupa dateng ya,?”
“iya,”
“ jeng entar kita sambung lagi ya bye?”
“ok bye” nah jeng sisisl itu sahabat nya bunda waktu kuliah,gitu tuh mereka kalo udah ngobrol lupa waktu.,
“ bunda telfon dari siapa sih?”
“ dari temen bunda, dia ngundang keluarga kita buat acara ulang tahun anak nya yang 17”
“oh.. bunda lili mo tidur neh. Bye bunda”
“ ya udah good sleep my little fairy.”


BAB V 
“ bunda!!! Lili pergi dulu iya??”
“ loh kok cepet amet sii !!!”.tumben banget lili bangun pagi pagi buat pergi sekolah, biasa nya lili kalo nggak di bangunin oleh bunda nya, ha kesambet hantu ap ya lili pagi ini.heheh
“ duh bunda lili ada kerjaan dikit neh, jadi pergi nya harus pagipagi”
“ iya udah sana pergi entar kerjaan ny terhambat lagi. Tumben amet anak bunda mau pergi sekolah pagipagi,”
“ ha bunda jangan kayak gitu dong, ya udah lili pergi ya bunda “
“ ya, hatihati ya?”
  
“duh anakanak pada kemana sii??” sambil bolakbalikin buku nya lili nungguin 2 sahabat nya di tempat duduk nya. Tibatiba...........
“ bruk!!!!” ada seorang cowo asing yang masuk kelas sambil ngelemparin tas nya di atas meja, dan itu menurut lili mengganggu ketenangan nya,ehhh, ternyata cowo asing itu adalah sion, cowo resek yang nabrak lili di perpus kemarin yang nggak mintamaaf sama dia.
“eh lo tuh siapa sih!! Di ajarin tatakrama nggak sih ama keluarga elo!!! Lo tuh udah ganggu waktu belajar gue 5 menit!!!!
“ gue SION, anak direktur utama sekolah ini, puas!!!!” dengan jawaban yang singkat, padat dan jelas sion ngejawab semua rasa penasaran yang di rasain oleh lili.
“ oh jadi nama lo sion, oh ya lo masih punya hutang ama gue,!”
“ hutang???? Ap??”
“ eh lo neh pikun apa purapura pikun siih!! Lo kan kemaren yang nabrak gue di perpus??!!!”
“ oh iya tapi itu kan salah lo!! Lo aja yang sok keseriusan baca buku nya!!’
“ eh lo kog jadi nyaLahin gue sii??? Lo yang salah , eh lo jangan fikir gue takut ya sama lo! Gue nggak peduli lo tu anak direktur utama sekolah ini, anak tukang becak kek, and anak presiden sekalipun, pokok nya lo harus minta maaf ama gue.!!!”
“ ap?? Lo ngomong ap???? Gue nggak denger??? Ngomong aj am tangan !! baye!!!!!” tanpa memperdulikan semua ocehan lili sion pergi aja,,
“ ugh dasar tuh cowo ngeselin amet sii!!! Awas ya tunggu pembalasan gue!!”
  

Selasa, 25 Mei 2010

Diposting oleh sukkapink di 22:27 0 komentar
DUA TIGA KOSONG LIMA DUARIBU SEPULUH  :DD
Tampilkan postingan dengan label cerita gua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita gua. Tampilkan semua postingan

JILBAB :D

capek banget ni abis pembersihan kamar sama anak anak DUPAN alias anak anak kamar 28 aspi :D
waktu ny istirahat, nyaman banget liat kamar bersih kayak gini kayak surga.haha alay :D

okeh semua anak anak dupan pada tidur, tapi gua gak bisa tidur ya udah gua liat laptop gua nganggur di atas tempat tidur gua, langsung aja gua buka tu laptop trus langsung gua conect to GAUL ASPI salah satu hostpot yang ada di sekolah gua.::D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sisi lain anak jalanan

Pernahkan terlintas di pikiran Anda, Lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan / pengamen? Apakah kita yang lebih hebat? Bagi Anda yang menjawab demikian Anda SALAH BESAR …tahukah apa yang membuat comment kita tersebut salah?
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atu anak jalanan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kisah ny dan ayah :)

Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi. Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?” “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.
“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.
“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.


Read more: http://www.resensi.net/qu-kangen-ayah/2007/12/#ixzz16jpk518q

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

nilai sebuah kegagalan

Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa ‘orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik’. Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.
Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah. Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.
Semoga Beruntung!
Ditulis oleh “Kesatria Pemikir”
Kumpulan Motivational Quotes: http://hubpages.com/hub/motivational-inspirationalquote


Read more: http://www.resensi.net/nilai-sebuah-kegagalan/2010/09/#ixzz16jpAQdNX

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HANYA KALIMAT YANG TERSUSUN DARI KATA DAN KATA YANG TERLAHIR LEWAT RASA


Mereka jarang tersenyum bukan karena mereka enggan untuk tersenyum. Tapi hidup dan waktu seolah menuntut mereka untuk menghabiskan sebagian besar kehidupan untuk bekerja keras sehingga terkadang mereka lupa bahwa ada waktu untuk tersenyum. Seolah dunia begitu keras menuntut mereka hingga mereka lupa untuk tertawa. Lihatlah teman….bahkan mereka tidak punya waktu untuk tersenyum. Apa mereka lupa cara tersenyum? Atau karena mereka tak pernah menerima senyuman, makanya mereka tak tahu lagi bagaimana caranya tersenyum?
Terkadang aku melihat dunia memang terlalu keras pada mereka. Bukan dunia sebagai objek, tapi dunia dengan manusianya. Bagaimana jika sesekali kita tidak menghabiskan waktu di tempat-tempat yang indah? Kenapa kita tak meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan mereka? Jika tak mau atau tak mampu membantu mereka dengan materi, tidak ada salahnya juga kita menghargai mereka dengan sebuah senyuman ikhlas dari wajah kita. Bukankah mereka juga saudara kita???
Teman,,, andai kita punya waktu untuk memperhatikan kehidupan mereka yang begitu sederhana. Maka kita akan menemukan kehidupan yang begitu indah. Di sana kita sadar betapa lebih beruntungnya kita….
Teman… tidak ada salahnya sesekali kita berjalan kaki sendirian di tengah keramaian sambil memperhatikan lingkungan kita. Cobalah luangkan waktu sedikit saja untuk itu. Sekali lagi, jika tak dapat memberi pada mereka, paling tidak kita bisa sadar dan lebih memahami lagi hidup kita.

Aku bangga pada mereka. Mereka hebat. Dengan kehidupan yang begitu keras, mereka tetap bisa menjalaninya. Meski tak tahu dengan apa hidup ini akan dilanjutkan esok hari dan dengan apa perut mereka akan diisi, mereka tetap menanti datangnya mentari pagi. Mereka bilang kalau mereka percaya bahwa selama mereka masih hidup, maka rezeki dari Allah akan tetap ada untuk mereka,rezeki akan tetap ada selama mereka masih percaya dan mau berusaha serta berdo’a.
Mereka dengan kesederhaannya selalu bahagia dan bersyukur ketika mendapatkan sejumlah uang. Jika orang kaya yang menerima uang sejumlah itu, mungkin mereka menganggap uang itu tak berarti apa-apa. Tapi mereka tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca ketika mendapatkannya. Mengapa harus ada perbedaan seperti itu?
Jika si miskin datang ke rumah si kaya, sangat jarang atau bahkan tak akan ada sambutan hangat bagi mereka. Tapi, ketika si kaya yang datang ke rumah si miskin, maka si miskin terlihat begitu menghargai. Seolah mereka didatangi oleh tamu agung di rumahnya. Sekali lagi, mengapa harus ada perbedaan seperti itu?
Jika suatu ketika si miskin dengan pakaiannya yang tampak lusuh dan kotor terjatuh, maka si kaya tak akan menghiraukan karena mungkin bagi mereka tidak akan menimbulkan manfaat apa-apa bagi dirinya. Yang ada paling hanya akan mengotori pakaiannya, mungkin itulah yang ada di fikirannya. Tapi, si miskin masih tetap berbeda dengan si kaya. Ketika keadaan berbalik, maka si miskin akan tetap membantu. Si miskin begitu penghiba. Hati mereka begitu lembut, sehingga tak mampu membiarkan orang lain dalam kesusahan karena mereka tahu bagaimana rasanya kesusahan itu.
Ya Rabb….saudara-saudaraku itu mungkin di dunia tidak seberuntung yang lainnya. Mereka tidak dapat memiliki apa-apa yang mereka impikan. Tapi semoga mereka tetap bahagia dan penuh rasa syukur pada_Mu Rabb..
Ya Rabb…. Sayangi saudara-saudaraku itu. Jangan biarkan mereka jauh dari_Mu. Ingatkan mereka selalu bahwa ada Engkau yang tetap menyayangi dan menjaga mereka. Dan berikanlah selalu semangat bagi mereka.
Ya Rabb… Berikan hati yang lembut pada mereka. Jangan biarkan kerasnya perlakuan yang mereka dapat menjadikan hati mereka ikut keras. Tapi jadikan kekerasan yang mereka terima itu sebagai bahan untuk lebih membuat hati mereka jernih melihat segala sesuatu.
Ya Rabb…Jangan biarkan rasa rendah diri melekat pada diri mereka akibat cemooh yang mereka terima. Tapi biarkan rasa rendah hati bersemayam pada diri mereka. Jagalah mereka agar tetap yakin akan kuasa_Mu dan agar mereka tetap beribadah kepada_Mu sehingga mereka dapat bertemu dengan kebahagiaan yang hakiki bersama_Mu.

Mungkin benar bahwa aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya seorang anak yang bahkan sampai saat ini masih bergantung pada orang tuaku. Lalu apa yang dapat aku lakukan??? Ya…kalian boleh mengatakan bahwa aku tak bisa apa-apa.
Tapi mereka tetap saudaraku. Dan sekarang, aku hanya bisa berdo’a untuk mereka semua, di manapun mereka berada. Meski tak tahu apa-apa tentang mereka, yang jelas, satu hal yang sangat aku tahu bahwa MEREKA ADALAH SAUDARAKU……
Maaf jika terlintas pemikiran bahwa tampaknya aku terlihat lebih berpihak pada si miskin. Tapi, jujur, bagaimana pun juga aku memang lebih menyayangi si miskin. Namun, bukan berarti pula aku membenci si kaya karena aku juga tahu bahwa Allah tidak pernah membenci seseorang karena dia kaya atau miskin. Hanya saja, tulisan ini ku buat ketika aku melihat apa yang ku ceritakan saat ini. Dan bukan berarti hal ini harus terjadi selamanya.
Yang jelas, aku sangat berharap, kaya atau miskinkah, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai amanah yang diberikan kepada kita…

MAAf jika aku terlihat sok tahu. Bukan maksud mengurui karena aku sadar bahwa tak pantas diri ini menjadi seorang guru. Jika menemukan kebenaran, maka ambillah. Tuhan selalu menginginkan hamba Nya memperoleh kebenaran karena kebenaran itu niscaya hanya dari Nya. Tapi, jika hanya ada kesalahan dan keburukan dari tiap untaian kata, mungkin itu karena si penulis ini yang tak mengerti apa-apa atau masih terlalu bodoh memaknai kehidupan…
_vivi ardi_
vie.zahrasyavie@gmail.com
Terima kasih atas kiriman artikelnya sahabat.. semoga artikel ini menggugah hati kita. Sebagai bangsa yang besar yang peduli akan sesamanya
 


http://www.resensi.net/sayangi-mereka-mereka-saudara-kita/2010/11/#ixzz16jnrrBFL

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Celeweth Vs Oon :D

celeweth haha itu julukan buat sistah ak yang satu ini.
Winda Alvionita nama nya..
orang ny cereweth banget, jail, tapi baek.haha :D

sekarang iug celeweth udah kelas xii, bentar lagi kuliah terus ninggalin aku sendirian di asrama :(.
nah tau deh bisa gak ya ???hulft 

harus bisa dong.. :D
pokok nya dimanapun dia berada ak tetap ingat sama dia dan selalu sayang ama aiug celeweth :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

aku saat ini :)


di saat aku baru melihat dunia hanya tangis yang dapat aku berikan kepada mereka. belaian kasih mereka merawat diri ini dan usapan jemari mereka yang memberi kehangatan di setiap kekurangan aku...

kini aku baru merasa kehilangan mereka. di saat aku jauh dari mereka, aku merasa sulit untuk hidup tanpa mereka
(hahah alay aku ini :D) tapi beneran kok
sekarang aku hanya bisa melihat mereka dalam hitungan jam saja, bukan seperti dulu , seperti yang aku mau ada di dekat mereka kapan pun aku mau.

ummb...setiap hal yang aku temukan dari mereka adalah selalu hal yang baik baik saja..

tahu kah kalian siapa itu  mereka????
mereka adalah MAMA dan PAPA...
AKU SAYANG dan AKU sangat MERINDUKAN KEHANGATAN dari MAMA dan PAPA :D

ini lah yang aku rasakan saat ini..
saat aku jauh dari mereka hanya untuk mencari ilmu..
tapi tak apalah.. ini semua aku lakukan juga buat mereka, dan untuk membahagiakan mereka :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kasih seorang ibu



Oleh: Mang Ucup
Tayangan ulang untuk hari Ibu - hasil karya mang Ucup tulen! Apakah Anda mengasihi Ibu Anda? Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayangnya Ibu Anda?Bacalah artikel ini! Kasih seorang Ibu. Jalannya sudah ter-titih2, karena usianya sudah lebih dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tsb. Ayah dari anak tsb minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yg belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yg hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yg harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yg mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yg ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.
Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yg didapatkannya dari Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yg ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yg ia bisa dapatkan.
Terkadang ia harus menjahit s/d jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yg tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yg tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yg seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yg tercinta, hanya yg terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian s/d makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yg telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.
Sejak saat tsb ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yg terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yg tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yg bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang, bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yg tercinta. Sejak saat itu ber-th2 ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.
Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dgn anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dgn menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tsb. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yg kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja ber-th2 sebagai babu tanpa ada orang yg mengetahui siapa dirinya dirumah tsb, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yg setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan th ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dgn putri kesayangannya. Uang pension yg ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dgn pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yg ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yg ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dgn lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena diluaran sangat dingin, tetapi Nene tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dgn putrinya sekali lagi yg terakhir kali. Dgn tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus ber-jam2 diluaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yg jauh dan tidak mudah bagi seorang nene tua yg berada dlm keadaan sakit.
Setiba dirumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yg membukakan pintu rumah gedong dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yg diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dgn ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor: "Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan th sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yg terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dgn nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dgn keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.
Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon dirumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di depan ada seorang nene meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yg tercinta yg tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yg buta aksara, tetapi untuk mang Ucup pribadi beliau adalah wanita yg paling hebat, dimana s/d detik ini mang Ucup masih bisa belajar dari padanya. Belajar memberikan dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya mang Ucup menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh. Tiap kali saya menelpon Ibu, pertanyaan standard selalu diajukan kepada saya: "Apa yg Ibu bisa bantu untukmu nak?" Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dlm doanya, yg ia utamakan selalu hanyalah kami anak2nya! Ia selalu mendoakan kami siang dan malam.
Maka dari itulah untuk mang Ucup, Ibu saya adalah wanita yg tercantik sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia untuk th 1999. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dgn penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak2nya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari2 tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja " sedangkan di hari2 lainnya tidak pernah mengingatnya, boro2 memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dgn ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
When Mother prayed, she found sweet rest, When Mother prayed, her soul was blest; Her heart and mind on Christ were stayed, And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers Who show, by word and deed, Commitment to Thy will and plan And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home.
Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan2 lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

no name :D

BAB I 
Teng..teng..teng.... bel istirahat waktu nya seluruh siswa SMA SARRKA istirahat. Semua siswa menghabiskan waktu istirahat nya di berbagai tempat, maklumlah SMA SARKA ini kan sekolah yang paling bergengsi di seluruh indonesia jadi sekolah ini mempunyai lokasi sekolah yang sangat luas. Banyak siswa yang menghabiskan waktu istirahat mereka di taman sekolah, di kantin , dan ada juga yang menghabis kan waktu istirahat mereka di perpus, salah satu nya lili cewe berambut sebahu ini dan mempunyai body yang paspasan ini menghabiskan waktu istirahat nya diperpus, maklum lah cewe yang satu ini emang rajin sii tapi kadang-kadang sok kerajinan. Heheheh ohya satu lagi hampir semua buku yang ada di perpus itu sudah di lahap habis oleh lili.
“ugh bt bangt neh gue, gak ada buku yang asik buat di baca lagi. Mana lagi si lita ama si lena kagak ada tumben mereka gak ngajak gue makan di kantin ugh dasar payah punya dua sahabat yang sibuk ama kerjaan nya sendiri-sendiri”. Oh ya lupa lili punya dua teman baik yang bisa dibilang sahabat lah heheh, mereka bertiga ini sering disebut tripel L. First lita, neh cewe hobby ny shopping, hampir tiap hari lita shoppiong walaupun gak ada uang tetep aja dia nyoping “ cuci mata sekalian carcow alias cari cowo” hah tu kalimat yang biasa nya di ucapin am lita kalo lili ama lena ngasih komen ke dia oh ya ada satu lagi sii lita ini hobby nya makan ice ceream hampir tuh setiap detik,menit,jam and tiap hari kalo gak ketemu ice cream kayak nggak idup tuh anak. Second lena, nah cewe yang punya rambut indah ini, walaupun gak indah indah banget sii tapi lena sering ikut lomba kecantikan rambut loh dan syukur dia menang terus, yah memang sii lomba nya Cuma tinggat RT dan Sekolah tapi itu menjadi suatu kebanggaan bagi lena dan tripel L, hahah. Lena juga yang nama nya pergi kesalon itu tiap hari tahan gak jajan tuh orang biar uang nya di pakek buat ke salon, nah satu lagi hobby lena yang aneh yaitu PACARAN, tau ngak hampir tiap hari ni si lena gontaganti cowo “ tenag aj lagi selagi kita laku cowo itu harus kita manfaatin, kan bukan salah kita juga salah mereka dong yang mau nurutin ap mau kita, ya nggak?” tuh juga kalimat yang terlontar dari mulut seksi nya lena kalo dua sahabat nya ini komen ke dia. Tapi walopun mereka berbeda beda watak tapi tetap satu tujuan yaitu bahagiain ortu “n” jadi artis kata nya, haahahh.
BAB II 
“ pak beli ice ceream nya ya pak 3?”. “ walah neng banyak banget 3, buat siapa atuh neng?”. “ udah deh pak nggak usah banyak komen, mo uang nggak?”. “ eh iya neng, gelis pisan nggak usah marah marah atuh neng entar cepet tua lagi neh neng iceceream nya”. “ nah gitu donk pak, berapa pak?”. “ 15 ribu aja neng nggak mahal kok buat eneng murah aja”. “ ih neh bapak ganjenya biasa juga gue beli 3 geratis satu, ya udah neh pak uang nya”. Itu mang ujang tempat langganan nya lita kalo beli iceceream,he, mang ujang sii emang genit, maklum belum nikah heehhe, kata nya sii lagi nyari calon istri,hahah gak laku dong .

“ duh pada kemana sii neh anak2 masa gue di tinggal sendirian, ugh dasar neh anak2” sambil makan iceceream yang ada di tangan nya, and 2 sahabat nya itu nggak kerasa iceceream yang ada di tangan nya itu tinggal satu, hahah sanggking cinta tuh anak sam iceceream sampe2 lupa kalo tu iceceream buat 2 sahabat nya”. “ lita..lita..., “. Lita mendengar ad orang yang manggil nama di dari kejauhan, eh ternyata sii lena yang manggil lita dari kejauhan. “ heh lena dari mana aja sii loh gue nayriin lo kemana-mana tapi nggak ada, oh ya si lili kemana tuh?”. “ nggak tau gue juga lagi nyariin sii lili”. “ ummb, gue tau tuh kemana sii kutu buku itu ngumpet, aha di mana lagi kalo bukan di perpus!”. “ oh iya ya kok gue bisa lupa sii, ya udah kita ke perpus aja sekarang!”.

BAB III 
“ duh bosen banget neh gue di perpus, sendirian lagi.” Sambil ngoceh dalem hati and sambil nyari buku yang nggak pernah sama sekali dia baca oleh lili tiba tiba “ brukk !!” semua buku yang ad di rak buku jatuh berantakan, ternyata ada seorang cowo yang nabrak lili dari belakang, dan nggak di sangka yang nabrak lili adalah Sion anak baru pindahan dari luar kota yang sekaligus anak direktur utama sekolah nya yang kata nya paling di senangi banyak kaum wanita, wajar sii kalo sion banyak di kagumi para wanita, dengan kulit nya yang putih kayak kristian boutista, rambut nya cepak, hidung nya yang mancung walaupun kurang sesenti sii hehe, and kayaknya sion mempunyai garis keturunan indo gitu,wajar aj banyak di kagumi para wanita apa lagi di SMA SARRKA.
“eh lo tuh punya mata nggak sii?!! Liat neh semua buku berantakkan ne semua gara gara elo!!”.biasa lili kalo udah yang nama nya ada urusan sama cowo dia bisa ngamuk.hahah..eh tunggu dulu si lili udah marah2, eh tapi sion malah pergi aj hahah dasar sion emang orang nya kayak gitu dia paling anti ama yang nama nya minta maaf, duh nggak tau deh ap yang ada di fikiran sion kalo dia tuh minta maaf. “ ih resek banget sii tuh anak, buat kesalahan tapi nggak minta maaf.!”.
“lili, duh lo neh kami cari cari cari in elo dari tadi eh rupanya malah enak enakan nongkrong di perpus!” “ iya neh tau nggak gara gara nyariin lo rambut gue jadi nya kena sinar matahari terlalu lama neh, duh terpaksa deh gue harus nyalon hari ini, and terpaksa juga lo yang bayarin gue buat ke salon, ya itung itung neh buat nebus kesalah lo yang ngebiarin kami berdua panas-panasan nyariin elo!!”.
“ duh udah deh kalian ini apa-apaan sii, bisa nggak sih mulut kalian yang manis and seksi itu di tutup dulu and stop yang nama nya ngoceh yang nggak karuan, gue lagi kesel neh!!” “oh iya gue bawaiin kalian iceceream neh, duh mana ya iceceraem nya, perasaan gue tadi beli 3 deh, kok tinggal satu? Aneh banget sii”. “ aduh lita lo nggak nyadar ap emang pura pura nggak sadar? Selama di perjalanan nyariin si lili elo kan udah ngabisin 2 iceceream! Dasar lo tulalit!” “ oh iya gue lupa, sorry!,, eh li kata lo tadi lo kesel, emang kenapa sii??. “ iya neh tadi ad cow yang nabrak gue gitu nggak mina maaf lagi!” “ ap??? Cowo??? Duh beruntung banget sii loh.. cakep nggak???” hahah biasa lena kalo denger yang nama nya cowo pasti tuh orang seneng banget, nggak tau deh cowo nya cakep ap nggak yang penting hajar, hehehe kata nya,  “ duh lena pliss deh orang lagi kesel malah di buat tambah kesel udah ah gue pergi aja boring gue disini, and satu lagi elo berdua jangan ngikutin gue! Gue lagi pengen sendiri sekarang! Ngerti nyonya nyonya manis ?”. “ lo kok gitu sii li kalo gitu kami kemana dong?, truss cowo itu gimana,ama kesalaon nya pasti jadikan?”. “mana gue tau!!! Udah ah gue mo pergi! Bye!!!”.
“ tuh kan len neh semua gara2 lo!! Lili jadi marah kan?” “ loh kok lo nyalahin gue sii, yaudah deh kita masuk kelas aj..besok juga udah baikan tuh anak, heran gue kesambet apaan ya tu anak siang bolong kayak gini” “ ya udah yuk cabut..”
BAB VI 
“ bunda llili pulang neh!” ya begitulah lili kalo abis pulang sekolah, bundanya yang sering di panggil jeng tari oleh ibu-ibu arisan selalu standbay di rumah buat nungguin anak nya tercinta,kalo enggak lili bisa ngamuk kayak macan yang lagi kehilangan anak anak nya heheheh, emang lili hewan apa di sama-samain ama macan,kalo lili tau bisa tambah ngamuk tuh anak.hehehehe.
“ duh anak bunda udah pulang,loh kok mukanya kusut amet, emang ada apa tadi di sekolah jelek ah! Tuh bunda Udah buatin sop kesukaan kamu tuh”
“ aduh bunda laper, makan dulu iya?”
“ nggak, pokok ny mandi dulu, cepet sana!”
“ iya..iya, bunda neh cerewet amet sih”.itu suasana rumah keluarga panhar kalo si lili abis pulang sekolah, hahah selalu ada perang mulut nya antara mama dan anak.
“ tit..tit..tit..” nah tuh telfon rumah lili bunyi, ternyata yang nelfon adalah sahabat nya bunda jeng sisil ,
“hallo selamat sore,keluarga panhar di sini,ada perlu apa?

“ iya hallo jeng tari ya??”
“iya neh cpa?”
“neh sisil jeng, masih inget nggak?”
“ oh iya jeng sisil baik, jeng sisil sendiri?”
“ baik juga, ohya gini jeng minggu depan kan ulangtahun pernikahan saya sekalian ulang tahun anak saya yang ke 17 jadi saya pengen banget kalo jeng ama keluarga bisa dateng.”
“ ohya pasti dateng kok, makasih ya undangan nya?”
“ iya jeng samasama, jangan lupa dateng ya,?”
“iya,”
“ jeng entar kita sambung lagi ya bye?”
“ok bye” nah jeng sisisl itu sahabat nya bunda waktu kuliah,gitu tuh mereka kalo udah ngobrol lupa waktu.,
“ bunda telfon dari siapa sih?”
“ dari temen bunda, dia ngundang keluarga kita buat acara ulang tahun anak nya yang 17”
“oh.. bunda lili mo tidur neh. Bye bunda”
“ ya udah good sleep my little fairy.”


BAB V 
“ bunda!!! Lili pergi dulu iya??”
“ loh kok cepet amet sii !!!”.tumben banget lili bangun pagi pagi buat pergi sekolah, biasa nya lili kalo nggak di bangunin oleh bunda nya, ha kesambet hantu ap ya lili pagi ini.heheh
“ duh bunda lili ada kerjaan dikit neh, jadi pergi nya harus pagipagi”
“ iya udah sana pergi entar kerjaan ny terhambat lagi. Tumben amet anak bunda mau pergi sekolah pagipagi,”
“ ha bunda jangan kayak gitu dong, ya udah lili pergi ya bunda “
“ ya, hatihati ya?”
  
“duh anakanak pada kemana sii??” sambil bolakbalikin buku nya lili nungguin 2 sahabat nya di tempat duduk nya. Tibatiba...........
“ bruk!!!!” ada seorang cowo asing yang masuk kelas sambil ngelemparin tas nya di atas meja, dan itu menurut lili mengganggu ketenangan nya,ehhh, ternyata cowo asing itu adalah sion, cowo resek yang nabrak lili di perpus kemarin yang nggak mintamaaf sama dia.
“eh lo tuh siapa sih!! Di ajarin tatakrama nggak sih ama keluarga elo!!! Lo tuh udah ganggu waktu belajar gue 5 menit!!!!
“ gue SION, anak direktur utama sekolah ini, puas!!!!” dengan jawaban yang singkat, padat dan jelas sion ngejawab semua rasa penasaran yang di rasain oleh lili.
“ oh jadi nama lo sion, oh ya lo masih punya hutang ama gue,!”
“ hutang???? Ap??”
“ eh lo neh pikun apa purapura pikun siih!! Lo kan kemaren yang nabrak gue di perpus??!!!”
“ oh iya tapi itu kan salah lo!! Lo aja yang sok keseriusan baca buku nya!!’
“ eh lo kog jadi nyaLahin gue sii??? Lo yang salah , eh lo jangan fikir gue takut ya sama lo! Gue nggak peduli lo tu anak direktur utama sekolah ini, anak tukang becak kek, and anak presiden sekalipun, pokok nya lo harus minta maaf ama gue.!!!”
“ ap?? Lo ngomong ap???? Gue nggak denger??? Ngomong aj am tangan !! baye!!!!!” tanpa memperdulikan semua ocehan lili sion pergi aja,,
“ ugh dasar tuh cowo ngeselin amet sii!!! Awas ya tunggu pembalasan gue!!”
  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DUA TIGA KOSONG LIMA DUARIBU SEPULUH  :DD

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 

sukkapink DIARY Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal