Tampilkan postingan dengan label belajar.belajar.belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar.belajar.belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

ngitung domba saat tidur ???

Diposting oleh sukkapink di 05:32 0 komentar
Ketika mata tak juga mau diajak terpejam, banyak orang yang memilih untuk "menghitung domba" supaya kantuk lekas datang. Diharapkan kegiatan yang monoton itu akan membantu kita untuk terlelap. Namun benarkah cara ini efektif menimbulkan kantuk?



Para ilmuwan dari Universitas Oxford melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Dalam risetnya mereka melibatkan orang-orang yang menderita insomnia dan membaginya dalam beberapa kelompok. Kemudian para peneliti memonitor kecepatan timbulnya kantuk pada partisipan yang sudah dibagi dalam beberapa teknik pemacing tidur.

Rupanya ketika para partisipan penelitian itu mendapat instruksi untuk menghitung domba atau tidak diberi perintah apa pun, mereka justru lebih lama untuk mengantuk. Sebaliknya, ketika mereka diminta membayangkan sesuatu yang menenangkan, seperti pantai, mereka justru 20 menit lebih cepat tertidur.

Para peneliti menduga menghitung domba mungkin justru sangat membosankan, sedangkan membayangkan suasana yang tenang justru membuat tubuh lebih rileks sehingga lebih cepat tertidur.

Dalam penelitian lainnya, para ahli membandingkan orang yang mudah tidur dengan kelompok insomnia. Hasilnya tidak ada perbedaan yang berarti. Orang-orang yang insomnia biasanya membayangkan atau memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat cemas, lingkungan yang berisik, atau aktivitas yang sudah mereka lakukan di siang hari.

Itu sebabnya para peneliti menyimpulkan, jika Anda ingin cepat terlelap, jangan menghitung domba. Tapi bayangkanlah suasana yang tenang dan menimbulkan rasa nyaman. Mata pun dengan mudah akan terpejam.

tidur dengan menggunakan kipas angin ???

Diposting oleh sukkapink di 05:31 0 komentar
Tidur dalam udara panas tentu sangat tidak nyaman, apalagi untuk bayi dan anak-anak. Untuk itulah, kini hampir di setiap kamar tidur tersedia penyejuk udara atau kipas angin agar udara lebih nyaman dan segar. Namun, benarkah tidur memakai kipas ataupun AC bisa membuat anak menderita paru-paru basah?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvgxIUwgnzEcEvcCPEn1EBnWHVnk2s1-qX6P79AT4C4wxasS63udcOYXD8GxPHTSTjrlkqAdgGqyOTw13u7mQBPMwlVeXV33EgXVtCNYjVjQUhJrvv_DcS9llXfyynud4IBuJbqZMsRqES/s1600/Bayi+Tidur3.jpg

Menurut penjelasan dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, sebenarnya tidak ada istilah medis untuk penyakit paru-paru basah. "Ini sebenarnya adalah penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Namun, penyebabnya juga bukan karena tidur dengan kipas atau AC," papar dokter yang akrab disapa dr Tiwi ini.

Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru dan bisa menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Bila pertahanan tubuh sedang rendah, bakteri penyebab pneumonia bisa memperbanyak diri dan menyebabkan penyakit.

Gejala utama pneumonia adalah batuk disertai napas cepat dan sesak napas. Anak dengan kondisi tersebut perlu segera dibawa ke dokter.

Untuk mencegah pneumonia, daya tahan tubuh anak perlu dikuatkan. Bila kondisi tubuh anak terpelihara dengan asupan gizi yang seimbang dan lingkungan bersih, anak akan terhindar dari penyakit ini.

"Boleh saja tidur dengan kipas angin atau AC, tapi sebaiknya jangan langsung diarahkan ke badan anak," saran dr Tiwi. Balita juga perlu mengganti pakaian secara berkala, terutama jika basah oleh keringat dan tidur di ruangan yang dingin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAazM4Lbbv-xaS1MKefSpGghgSINgSbaZ3KcKQdwV6vdbTLX1uTPJHYrMB3zkxpfQTk1yzI3QksRhfjOex_GxNcDSszOP5mln1Dz4d4_TNGsC5eN2dBgQBOus-HIB4-QUGULeQK-86EQFB/s1600/bronkitis.jpg

Demikian juga dengan penjelasan Dr Aditya Suryansyah SpA. Dalam dunia kedokteran tidak dikenal penyakit paru-paru basah. Bila dimaksud paru-paru basah adalah infeksi paru dapat saja terjadi. Jenis penyakit paru dapat berbeda tergantung bakteri, virus atau jamur penyebab dan lokasi paru yang terkena.

Kipas angin dapat mempermudah timbulnya penyakit bila udara terkontaminasi. Tanda-tanda penyakit infeksi paru secara umum, ditemukan demam dan batuk.
Tampilkan postingan dengan label belajar.belajar.belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar.belajar.belajar. Tampilkan semua postingan

ngitung domba saat tidur ???

Ketika mata tak juga mau diajak terpejam, banyak orang yang memilih untuk "menghitung domba" supaya kantuk lekas datang. Diharapkan kegiatan yang monoton itu akan membantu kita untuk terlelap. Namun benarkah cara ini efektif menimbulkan kantuk?



Para ilmuwan dari Universitas Oxford melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Dalam risetnya mereka melibatkan orang-orang yang menderita insomnia dan membaginya dalam beberapa kelompok. Kemudian para peneliti memonitor kecepatan timbulnya kantuk pada partisipan yang sudah dibagi dalam beberapa teknik pemacing tidur.

Rupanya ketika para partisipan penelitian itu mendapat instruksi untuk menghitung domba atau tidak diberi perintah apa pun, mereka justru lebih lama untuk mengantuk. Sebaliknya, ketika mereka diminta membayangkan sesuatu yang menenangkan, seperti pantai, mereka justru 20 menit lebih cepat tertidur.

Para peneliti menduga menghitung domba mungkin justru sangat membosankan, sedangkan membayangkan suasana yang tenang justru membuat tubuh lebih rileks sehingga lebih cepat tertidur.

Dalam penelitian lainnya, para ahli membandingkan orang yang mudah tidur dengan kelompok insomnia. Hasilnya tidak ada perbedaan yang berarti. Orang-orang yang insomnia biasanya membayangkan atau memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat cemas, lingkungan yang berisik, atau aktivitas yang sudah mereka lakukan di siang hari.

Itu sebabnya para peneliti menyimpulkan, jika Anda ingin cepat terlelap, jangan menghitung domba. Tapi bayangkanlah suasana yang tenang dan menimbulkan rasa nyaman. Mata pun dengan mudah akan terpejam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tidur dengan menggunakan kipas angin ???

Tidur dalam udara panas tentu sangat tidak nyaman, apalagi untuk bayi dan anak-anak. Untuk itulah, kini hampir di setiap kamar tidur tersedia penyejuk udara atau kipas angin agar udara lebih nyaman dan segar. Namun, benarkah tidur memakai kipas ataupun AC bisa membuat anak menderita paru-paru basah?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvgxIUwgnzEcEvcCPEn1EBnWHVnk2s1-qX6P79AT4C4wxasS63udcOYXD8GxPHTSTjrlkqAdgGqyOTw13u7mQBPMwlVeXV33EgXVtCNYjVjQUhJrvv_DcS9llXfyynud4IBuJbqZMsRqES/s1600/Bayi+Tidur3.jpg

Menurut penjelasan dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, sebenarnya tidak ada istilah medis untuk penyakit paru-paru basah. "Ini sebenarnya adalah penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Namun, penyebabnya juga bukan karena tidur dengan kipas atau AC," papar dokter yang akrab disapa dr Tiwi ini.

Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru dan bisa menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Bila pertahanan tubuh sedang rendah, bakteri penyebab pneumonia bisa memperbanyak diri dan menyebabkan penyakit.

Gejala utama pneumonia adalah batuk disertai napas cepat dan sesak napas. Anak dengan kondisi tersebut perlu segera dibawa ke dokter.

Untuk mencegah pneumonia, daya tahan tubuh anak perlu dikuatkan. Bila kondisi tubuh anak terpelihara dengan asupan gizi yang seimbang dan lingkungan bersih, anak akan terhindar dari penyakit ini.

"Boleh saja tidur dengan kipas angin atau AC, tapi sebaiknya jangan langsung diarahkan ke badan anak," saran dr Tiwi. Balita juga perlu mengganti pakaian secara berkala, terutama jika basah oleh keringat dan tidur di ruangan yang dingin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAazM4Lbbv-xaS1MKefSpGghgSINgSbaZ3KcKQdwV6vdbTLX1uTPJHYrMB3zkxpfQTk1yzI3QksRhfjOex_GxNcDSszOP5mln1Dz4d4_TNGsC5eN2dBgQBOus-HIB4-QUGULeQK-86EQFB/s1600/bronkitis.jpg

Demikian juga dengan penjelasan Dr Aditya Suryansyah SpA. Dalam dunia kedokteran tidak dikenal penyakit paru-paru basah. Bila dimaksud paru-paru basah adalah infeksi paru dapat saja terjadi. Jenis penyakit paru dapat berbeda tergantung bakteri, virus atau jamur penyebab dan lokasi paru yang terkena.

Kipas angin dapat mempermudah timbulnya penyakit bila udara terkontaminasi. Tanda-tanda penyakit infeksi paru secara umum, ditemukan demam dan batuk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 

sukkapink DIARY Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal